Hewan Nokturnal

Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Gambar terkait

Hewan Nokturnal

Hewan yang aktif atau beraktifitas di malam hari. Sering juga di kait -kaitkan dengan hal-hal yang menyeramkan, berbeda dengan hewan pada umumnya yang berakifitas di siang hari atau diurnal. Hewan nokturnal umumnya memiliki kemampuan pendengaran dan penciuman serta penglihatan yang sangat tajam.

Hewan Nokturnal :

1. Kelelawar

Hewan Nokturnal

Kelelawar adalah hewan nokturanal yang mengandalkan kemampuan ultrasoniknya untuk terbang, kelelawar terbang dan memandu arah menggunakan gelombang bunyi yang tidak dapat didengar oleh manusia, itulah gelombang ultrasonik. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa kelelawar mengeluarkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi sekitar 40-50 kHz. Bentuk telinga kelelawar yang seperti corong berfungsi sebagai penerima gelombang ultrasonik yang dibalikkan seperti cara kerja alat radar penerima. Kelelawar adalah mamalia satu-satunya yang bisa terbang. Dan berasal dari ordo Chiroptera dengan kedua kaki depan yang berkembang menjadi sayap.

2. Burung hantu

Hewan nokturnal

Burung hantu adalah kelompok burung yang merupakan anggota ordo Strigiformes. Hewan nokturnal  ini termasuk golongan burung buas dan merupakan hewan malam sering di kait-kaitkan dengan dunia lain contohnya pada film-film horror, burung hantu terbang hampir tidak mengelurkan suara untuk menangkap mangsanya atau sekedar pindah tempat. Dan memiliki 14 bagian vertebra leher, 2x lipat lebih banyak dari milik manusia. Karena hal ini lah burung hantu dapat memutar kepalanya hingga 270 derajat.

3. Tikus

Hewan nokturnal

Tikus adalah hewan pengerat dari ordo Rodentia. Hewan nokturnal ini sering di jumpai di lingkungan manusia tinggal di tempat yang lembab dan kotor sehingga tak heran banyak orang membecinya karna takut menebarkan penyakit dan di anggap jorok. Beberapa spesies tikus dikenal sebagai hama tanaman yang cukup merugikan. Namun ada juga tikus untuk di pelihara yaitu tikus putih, tikus golden, dan tikus jepang.

4.Tarsius

Hewan nokturnal

Tarsius adalah monyet atau primata terkecil di dunia yang menggemaskan satu-satunya famili yang bertahan dari ordo Tarsiiformes. Ukuran tarsius memang hanya sekepal tangan orang dewasa, bobotnya hanya 12 gram saat ia dewasa. Namun dengan badannya yang kecil, tarsius dapat melompat dengan mudah ke posisi yang tinggi untuk menangkap mangsanya, yaitu serangga dan kadal. Hewan yang satu ini juga ternyata romantis, hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya alias monogami. Jika pasangannya mati, maka tarsius tidak akan mencari pasangan pengganti.

5. Musang

Hewan nokturnal

Musang nama umum bagi sekelompok mamalia pemangsa (bangsa karnivora) dari suku atau ordo Viverridae. Merupakan Hewan nokturnal pemanjat yang baik, tak jarang juga di sebut sebagai hama bagi penduduk karna sering memangsa peternakan warga seperti ayam di malam hari, tetapi juga terkadang memakan buah-buahan mungkin karena bosan memakan daging 😀 . Musang hewan yang pintar dan dapat di latih

6. Kukang

Hewan nokturnal

Kukang adalah primata yang geraknya paling lambat dan juga pemalu. Hewan nokturnal ini mempunyai berat tubuhnya berkisar antara 0,375-0,9 kg, dan panjang tubuh pada usia dewasa sekitar 19–30 cm. Karena bentuknya yang lucu dan mengemaskan sehingga banyak masyarakat indonseia menjadikanya sebagai hewan peliharaan karena hal itu kukang hampir mengalami kepunahan. Kukang telah dilindungi oleh hukum Indonesia, sehingga memperdagangkannya tergolong melanggar hukum (ilegal) dan kriminal.

7. Kucing

Hewan nokturnal

Kucing bisa di sebut juga hewan nokturnal karena dia mempunyai penglihatan di malam hari yang tajam dan jenis mamalia pemakan daging dari keluarga Felidae. Kucing juga hewan peliharaan terpopuler karena memang bantuknya dan bulunya yang halus dan menggemaskan, terdapat banyak jenis kucing yang tersebar di dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, dan sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi.

8. Galago

Hewan nokturnal

Galago adalah jenis primata kecil keluarga Lorisidae yang berasal dari hutan hujan Afrika. Hewan nokturnal ini mangsanya adalah serangga, burung kecil, dan buah-buahan. Ukuran terbesarnya menyerupai bajing atau tupai. Galago terkenal sebagai peloncat yang handal, dapat mencapai 2 meter dari dahan ke dahan.

 

9. Kiwi

Hewan nokturnal

Kiwi adalah spesies lain dari burung tidak dapat terbang yang endemik di Selandia Baru dari genus Apteryx. Dalam ukurannya yang seperti ayam lokal, kiwi adalah ratite hidup yang paling kecil. Spesies burung yang terancam punah. Hewan nokturnal ini juga merupakan simbol resmi nasional Selandia Baru. Kiwi betina menghasilkan telur terbesar berkaitan dengan ukuran tubuhnya bila dibandingkan burung lainnya di dunia. Telur burung kiwi berukuran 20 persen dari ukuran tubuh induknya, dan bobotnya bisa mencapai 0,5 kg. Soal pasangan burung kiwi juga Seperti tarsius yaitu monogami atau memiliki satu pasangan seumur hidupnya, romantis banget kan 🙂

10. Lemur

Hewan nokturnal

Lemur atau Warik Madagaskar adalah hewan nokturnal dari ordo primata yang hidup dan tinggal di Madagaskar, Afrika. Bahasa latinya lemures ini adalah makhluk atau arwah di malam hari atau hantu. Mungkin karena bentuk mata dari hewan ini dapat memantulkan cahaya di malam hari disertai dengan teriakan nyaringnya. Bukan hanya manusia saja yang mempunyai sifat pemalas Lemur juga di kategorikan hewan yang memiliki sifat pemalas.

11. Kuskus

Hewan nokturnal

Kuskus merupakan mamalia berkantung atau marsupial dalam famili Phalangeridae. Kuskus memiliki ekor yang panjang dan kuat yang berguna untuk membantunya memanjat pohon. Kuskus memiliki mata bulat, telinga kecil, dan bulu tebal seperti wol yang beragam sesuai dengan jenis mereka masing-masing. Makananya sayuran, buah-buahan, dan makanan lain yang banyak mengandung banyak serat. Hewan yang bergerak lamban dan memiliki rupa lucu ini suka dijadikan incaran para pemburu hewan. Para pemburu memburu hewan ini untuk dijual-belikan, dikonsumsi, dipelihara, dan diambil kulitnya untuk dijadikan tas dan hiasan. Karena maraknya perburuan liar dan banyaknya pembukan lahan, populasi hewan lucu ini semakin menurun. Karena hal itu, Hewan nokturnal ini dimasukkan ke dalam hewan yang dilindungi.

12. Lipan

Hewan nokturnal

Lipan atau kelabang termasuk hewan nokturnal, hewan arthropoda yang tergolong dari kelas Chilopoda dan upafilum Myriapoda. Hewan metameric yang memiliki sepasang kaki di setiap ruas tubuhnya. Hewan ini termasuk hewan yang berbisa.

13. Bangkong serasah

Hewan nokturnal

Bangkong atau katak serasah ini hanya didapati di hutan, kebanyakan di pegunungan, terutama di tempat yang tidak jauh dari sungai. Bangkong serasah hewan nokturnal tidur di siang hari atau bersembunyi di balik serasah hutan. Dengan kaki yang pendek, kodok ini melompat pendek-pendek dan sering pula merayap perlahan-lahan di kayu atau batu dengan tubuh diangkat. Katak jantan berbunyi-bunyi di malam hari di atas tumpukan serasah, tepian sungai, atau bebatuan di dekat aliran air. Terkadang sambil membersihkan sisi belakang tubuhnya. Suaranya parau lemah, wuaak… wak…wak…wak… bersahut-sahutan… 😀 😀 😀

loading...

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *